Minggu, 27 Desember 2015

Lempeng di Bumi

Lempeng terbentuk karena adanya gerakan konveksi di mantel bumi tepatnya di bagian magma cair/astenosfer. Gerak konveksi ini menyebabkan lapisan kerak/litosfer menjadi retak dan pecah, pecahan-pecahan tersebut disebut lempeng. Gerakan konveksi yang berlangsung terus menerus menyebabkan pecahan-pecahan tersebut terus bergerak saling mendekat/saling menjauh/saling bergeser.


Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Mc. Kenzie dan Robert Parker pada tahun 1967 dengan menyatukan teori sebelumnya yaitu teori continental drift dan seafloor spreading.
Lempeng-lempeng dapat bergerak 2-10cm pertahunnya dan arah pergerakannya dapat diketahui dengan pasti.
Lempeng-lempeng di bumi terdiri dari lempeng besar dan lempeng kecil.
Lempeng besar (mayor):
1. Lempeng Eurasia (Eurasian plate)
2. Lempeng Amerika Utara (North American plate)
3. Lempeng Amerika Selatan (South American plate)
4. Lempeng Afrika (African plate)
5. Lempeng Indo-Australia (Indian-Australian plate)
6. Lempeng Pasifik (Pasific plate)
7. Lempeng Antartika (Antarctic plate)
Lempeng kecil (minor):
1. Lempeng Filipina
2. Lempeng Juan de Fuca
3. Lempeng Cocos
4. Lempeng Karibia
5. Lempeng Nazca
6. Lempeng Skotia
7. Lempeng Arabia
Indonesia terletak di antara 3 lempeng besar (Eurasian plate, Indian-Australian plate, dan Pasific plate) dan satu lempeng kecil (lempeng Filipina). Oleh karena itu Indonesia merupakan sebuah Negara yang sering mengalami gempa bumi dan memiliki banyak gunung api. Sebuah pulau di Indonesia yang paling sedikit mengalami gempa bumi dan sedikit memiliki gunung api adalah Pulau Kalimantan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar